عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ } وَ { إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا } الْآيَةَ
انْطَلَقَ مَنْ كَانَ عِنْدَهُ يَتِيمٌ فَعَزَلَ طَعَامَهُ مِنْ طَعَامِهِ
وَشَرَابَهُ مِنْ شَرَابِهِ فَجَعَلَ يَفْضُلُ مِنْ طَعَامِهِ فَيُحْبَسُ
لَهُ حَتَّى يَأْكُلَهُ أَوْ يَفْسُدَ فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ
فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ } فَخَلَطُوا طَعَامَهُمْ بِطَعَامِهِ وَشَرَابَهُمْ بِشَرَابِهِ
2871. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Ketika Allah menurunkan ayat, "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik." (Qs. Al Israa" [17]: 34) dan "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim ....
" (Qs. An-Nisaa" [4]: 10) orang yang di sisinya ada anak yatim (menjadi
orang tua asuh mereka) segera memisahkan makanannya dari makanan anak
yatim, memisahkan minumannya dari minuman anak yatim, lalu melebihkan
makanan anak yatim dan tidak menyentuhnya sampai si yatim tersebut
memakannya atau makanan itu basi. Hal tersebut membuat mereka merasa
berat, maka mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah SAW, lalu Allah
menurunkan ayat, "Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim,
katakanlah, 'Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika
kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu'" (Qs. Al Baqarah [2]: 220) Mereka pun lalu mencampur makanan dan minuman mereka dengan makanan anak yatim. (Hasan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar