عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ
حَرِيصٌ تَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى
إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا
وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
2865. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Seseorang berkata kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, kapan waktu sedekah yang paling afdhal untuk
bersedekah?" Rasulullah bersabda, "Engkau sebaiknya bersedekah saat
dalam keadaan sehat, bersemangat, mengharapkan hidup lebih lama, dan
takut fakir, serta tidak menundanya hingga nyawa telah di kerongkongan."
Kamu berkata (berwasiat), "Untuk si fulan begini dan untuk si fulan
begitu, sementara untuk si fulan sudah begini." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar