بُرَيْدَةَ أَنَّ
امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَتْ كُنْتُ تَصَدَّقْتُ عَلَى أُمِّي بِوَلِيدَةٍ وَإِنَّهَا مَاتَتْ
وَتَرَكَتْ تِلْكَ الْوَلِيدَةَ قَالَ قَدْ وَجَبَ أَجْرُكِ وَرَجَعَتْ
إِلَيْكِ فِي الْمِيرَاثِ قَالَتْ وَإِنَّهَا مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ
شَهْرٍ أَفَيُجْزِئُ أَوْ يَقْضِي عَنْهَا أَنْ أَصُومَ عَنْهَا قَالَ
نَعَمْ قَالَتْ وَإِنَّهَا لَمْ تَحُجَّ أَفَيُجْزِئُ أَوْ يَقْضِي عَنْهَا
أَنْ أَحُجَّ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ
2877.
Dari Buraidah: Seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW, lalu
berkata, "Aku telah menyedekahkan seorang budak perempuan kepada ibuku,
lalu ibuku wafat dan meninggalkan (mewariskan) budak tersebut."
Rasulullah bersabda, "Engkau berhak atas pahalamu dan budak tersebut kembali padamu sebagai warisan.'''
Perempuan
tersebut berkata, "Ibuku meninggal dunia dan dia berkewajiban puasa
selama sebulan, apakah boleh jika aku berpuasa untuknya?" Rasulullah
bersabda, "Iya." Perempuan tersebut berkata, "Ibuku belum berhaji, apakah boleh jika aku berhaji untuknya?" Rasulullah bersabda, "Iya" {Shahih: Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar